Kuliah Online

Kuliah online atau sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan (Wikipedia)

Mengapa Saat Ini Kuliah Online Diutamakan?

FIB UGM menyadari sepenuhnya bahwa ketiga civitas akademika: dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan adalah aset yang sangat berharga. Saat bencana alam erupsi Merapi medio Oktober-November 2010 terjadi, menyadarkan bahwa kuliah tatap muka (manual) di saat seperti itu memiliki resiko yang sangat besar bila sewaktu-waktu bencana terjadi. Oleh karenanya, sedapat mungkin kuliah tatap muka dikurangi frekuensinya. Sebagai gantinya, kuliah online disiapkan sebagai upaya mendukung aktivitas akademik agar tetap berjalan sekalipun kondisi tidak memungkinkan tatap muka.

Aspek Legal

Kuliah Online memiliki dasar hukum berupa Surat Keputusan Rektor UGM nomor 688/P/SK/HT/2010 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Universitas Gadjah Mada dalam Situasi Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi. Setidaknya ada lima poin penting yang disebutkan sebagai dasar diselenggarakannya kuliah online:

  • PERTAMA: Seluruh proses kegiatan akademik di Universitas Gadjah Mada akibat bencana Gunung Merapi hanya diliburkan sementara waktu dalam rangka mengurangi risiko bencana, sekaligus memberikan kesempatan kepada sivitas akademika Universitas untuk melakukan proses penyesuaian akibat situasi tanggap darurat, baik sebagai relawan maupun pengungsi.
  • KEDUA: Untuk tetap menjamin keberlangsungan pembelajaran dalam situasi tanggap darurat bencana Gunung Merapi, Universitas memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang telah dikembangkan oleh Pusat Pengembangan Pendidikan (P3) melalui PBKBTIK, bersama dengan sistem yang dibuat oleh Fakultas, Sekolah Pascarasarjana, dan Sekolah Vokasi; dengan cara setiap tenaga pengajar mengirimkan bahan ajar untuk diunggah (upload) dalam sistem tersebut, yang selanjutnya dapat diunduh (download) oleh mahasiswa.
  • KETIGA: Untuk mencapai optimalisasi proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kedua, tenaga pengajar dapat memberikan penugasan yang sesuai kepada mahasiswa yang dapat diberi penilaian.
  • KEEMPAT: Dalam hal Fakultas, Sekolah Pascarasarjana, dan Sekolah Vokasi telah menggunakan sistem pembelajaran berbasis TIK, maka untuk proses pembelajaran dalam situasi tanggap darurat ini dapat tetap dilakukan dengan mengkomunikasikan secara efektif kepada mahasiswa.
  • KELIMA: Tenaga pengajar yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka langsung tetap dapat melakukannya seperti biasa dalam kelas,dan bagi mahasiswa yang tidak memungkinkan hadir dapat mengunduh bahan ajar dari tenaga pengajar yang bersangkutan.






Last modified: Monday, 13 December 2010, 10:17 AM